Senin, 21 Desember 2015

Journalism and Theories Of The Press

Teori ini merupakan salah satu teori yang familiar ditelinga para akademisi kajian ilmu Komunikasi, Journalism and Theories Of The Press. Cikal bakal dari teori ini justru bukan dari orang-orang dengan latar belakang Ilmu Komunikasi, melainkan mereka dengan latar belakang hukum, filusuf, dan lain-lain. Secara pasti dalam teori ini ada 4 bahasan mengenai teori pers yang dituangkan dalam sebuah buku “The Four Theories Of The Press” oleh Fred S. Siebert, Theodore Peterson dan Wilbur Schramm. Sehingga, ada 4 teori pers, yaitu:
1.      Pers Otoritarian. Sebuah teori pers yang menjelaskan bahwa media atau pers bukan untuk mengkontrol pemerintah, melainkan untuk mencapai tujuan negara, tidak mengkritik dan juga tidak memicu pemberontakan. Teori ini muncul untuk mencapai tujuan negara, karena anggapan yang muncul adalah untuk mencapai tujuan negara, maka dibutuhkan satu suara yang sama.
2.      Pers Libertarian. Teori ini muncul untuk mengkoreksi teori sebelumnya. Pendapat yang muncul pada teori ini adalah bahwa manusia adalah makhluk rasional, sehingga jika mereka dikekang maka manusia tidak akan bisa berkembang. Selain itu, teori pers otoritarian dianggap sudah tidak cocok lagi untuk kehidupan dan perkembangan zaman. Teori ini menjelaskan bahwa media massa atau pers bebas untuk dimiliki ole siapa-pun dan siapa-pun bebas melakukan kegiatan-kegiatan pers.
3.      Teori Tanggungjawab sosial. Teori ini hadir untuk melengkapi teori-teori sebelumnya. Teori ini menjelaskan bahwa kebebasan pers merupakan kebebasan yang tetap berada dalam norma-norma masyarakat yang berlaku. Ketika membentuk, mengolah, menyiarkan sebuah berita harus tetap berdasarkan norma-norma dan etik yang berlaku. Sehingga, lebih lanjut kita mengenal yang namanya Kode Etik Jurnalistik. Frekuensi yang ada di media atau pers merupakan frekuensi milik publik.

4.      Teori Pers Soviet Komunis. Sebuah teori pers yang menyatakan bahwa media massa atau pers bebas melakukan seluruh aktivitasnya dan bebas memiliki media massa atau per situ sendiri, asalkan untuk kepentingan masyarakat. Hal ini dikarenakan, di negara soviet masyarakat memegang kekuasan tertinggi. Sehingga teori ini muncul untuk menyuarakan keinginan negara tanpa kelas masyarakat dan menyuarakan pendapat & keinginan kaum proletar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar